Sunday, January 13, 2013

Lidah, hidung, dan kulit sebagai alat indera

Tubuh kita memiliki organ atau alat khusus yang berperan menerima rangsangan yang muncul dari luar tubuh, selanjutnya organ tersebut disebut alat indera. Pada masing-masing indera memiliki reseptor (sel penerima rangsang) yang peka terhadap setiap rangsangan tertentu seperti zat kimia, cahaya, atau rangsangan fisik seperti tekanan, sentuhan dan getaran.

Lidah, sebagai indera pengecap
Peka terhadap rangsangan zat kimia yang larut dalam air. Rangsangan ini akan diterima oleh puting-puting pengecap yang di dalamnya mengandung sel-sel saraf yang berperan sebagai reseptor, di mana puting-puting pengecap tersebut bertanggung jawab pada satu rasa khas saja dan tersebar pada permukaan lidah, yaitu:
a.    bagian ujung depan untuk rasa manis
b.    bagian ujung tepi depan untuk rasa asin
c.    bagian samping untuk rasa asam
d.    bagian belakang untuk rasa pahit.

Rangsangan yang diterima selanjutnya diteruskan ke pusat pengecapan di otak.

Hidung, sebagai indera penciuman
Di dalamnya banyak terdapat reseptor yang peka terhadap zat kimia berupa gas, yang berhubungan dengan bau dan aroma.
Reseptor tersebut berada pada selaput lendir, maka gas yang masuk ke hidung nantinya akan bercampur dengan lendir kemudian akan merangsang sel-sel saraf pembau untuk menerima rangsangan tersebut dan meneruskan ke pusat pembau di otak.

Kulit, sebagai indera peraba
Hal ini memungkinkan karena pada permukaan kulit tersebar sel-sel saraf yang peka terhadap panas, dingin, sentuhan, tekanan bahkan rasa nyeri, seperti:
a.    untuk sentuhan: sel saraf meissner
b.    untuk tekanan: sel saraf paccini
c.    untuk panas: sel saraf ruffini
d.    untuk dingin: sel saraf krausse
e.    untuk rasa nyeri: sel saraf bebas.

kunjungi juga: http://matakristal.com/

No comments:

Post a Comment