Tuesday, February 26, 2013

Lapisan udara yang berkaitan dengan cuaca dan iklim

Atmosfer
Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi. Lapisan udara tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan, sebab tanpa udara mustahil ada kehidupan di muka bumi. Susunan udara dalam atmosfer komposisinya adalah sebagai berikut: udara yang terbanyak adalah nitrogen sebanyak = 78%, oksigen = 21%, argon = 0,9% dan CO2 = 0,03%. Sedangkan yang lainnya jumlahnya relatif sedikit.

Lapisan-lapisan udara di atmosfer
Atmosfer terdiri dari berbagai macam lapisan udara. Lapisan udara tersebut memiliki nama dan fungsi yang berbeda sesuai dengan ketinggiannya. Lapisan udara di atmosfer terbagi atas beberapa lapisan:

a.    Lapisan troposfer
Ciri lapisan troposfer:
-    Ketinggiannya tidak sama. Di khatulistiwa mencapai 18 km dan di lintang sedang 11 km. Di kutub utara 9 km dan di kutub selatan 8 km.
-    Terjadi gejala-gejala cuaca seperti adanya awan, hujan, halilintar, angin dan gejala lainnya seperti polusi udara dan gejala optik seperti embun, kabut, dsb.
-    Antara lapisan troposfer dengan lapisan di atasnya (stratosfer) terdapat lapisan peralihan yang disebut tropopause yang tebalnya 2 km dan suhu berkisar antara -55 derajat celcius sampai dengan -60 derajat celcius.

b.    Stratosfer
-    Stratosfer disebut juga lapisan isotermis yaitu suhu udara yang tetap (sama). Ketebalannya antara 18-55 km.
-    Banyak terdapat ozon (O3) yang berguna untuk melindungi bumi dari sengatan radiasi ultraviolet matahari.
-    Pada ketinggian 35-55 km, terjadi proses inversi yaitu perubahan suhu yang secara mendadak, udara kering, jarang terdapat ozon dan tidak dipengaruhi oleh pemanasan bumi.
-    Antara lapisan stratosfer dengan lapisan di atasnya (mesosfer) terdapat lapisan peralihan yang disebut stratopause, merupakan konsentrasi ozon yang paling besar.
-    Untuk menghindari gangguan cuaca, pesawat bermesin jet biasanya terbang di lapisan stratosfer.

Menurut para ahli, saat ini ozon di lapisan stratosfer telah berlubang. Salah satu penyebab bocornya lapisan ozon adalah penggunaan gas freon (CFC = Chloro Fluoro Carbon) yang berlebihan seperti pada alat pendingin (kulkas), AC, alat semprot, busa kasur, dsb. Akibat langsung yang dirasakan manusia akibat bocornya lapisan ozon adalah:
1)    timbulnya pemanasan global akibat naiknya suhu di bumi
2)    mencairnya es di kutub
3)    kenaikan permukaan air laut
4)    terjadinya banjir akibat penguapan yang tinggi, namun di tempat lain terjadi kekeringan
5)    timbulnya kanker kulit dan katarak pada mata.

c.    Mesosfer
-    Mesosfer tebalnya antara 55-80 km.
-    Pada lapisan ini apabila ada meteor yang masuk ke permukaan bumi akan terbakar dan terurai.

d.    Thermosfer (Ionosfer)
-    Lapisan thermosfer disebut juga lapisan ionosfer, tebalnya antara 80-800 km.
-    Lapisan ini merupakan tempat terjadinya ionisasi (lapisan ion yang bermuatan listrik) yang berguna untuk menghantarkan gelombang radio.

e.    Lapisan eksosfer
Lapisan eksosfer adalah lapisan terluar dari atmosfer bumi. Tebalnya antara 800-1000 km. Pada lapisan ini pengaruh gaya berat sudah sangat kecil dan sudah menyatu dengan angkasa luar.

No comments:

Post a Comment