Monday, October 7, 2013

Masalah internasional

Bidang Politik
Sejak berakhirnya Perang Dingin, Sistem Bipolar (perkembangan kekuatan antara dua negara adidaya, yakni AS dan Uni Soviet) berubah secara drastis. Robohnya tembok Berlin dan reunifikasi Jerman, serta runtuhnya rezim komunis di negara-negara Eropa Timur dan bubarnya Uni Soviet, menjadi rentetan peristiwa perubahan ke era pasca Perang Dingin. Di era ini, dominasi Amerika Serikat, satu-satunya negara adidaya yang menjadi "Polisi Dunia" semakin kuat. Inilah sistem yang disebut dengan Unipolar. Akan tetapi, menurut sebagian pengamat, sistem yang berlaku saat ini bukaniah unipolar, tetapi multipolar sebab pusat kekuatan dunia bukanlah pada AS saja, tetapi Jepang maupun Eropa Barat juga dapat dikatakan sebagai kekuatan ekonomi dunia yang perlu diperhitungkan.
Memang, sampai sekarang dunia mengakui bahwa Amerika Serikat merupakan adidaya satu-satunya, tetapi secara bertahap AS akan mengurangi peranannya karena banyaknya masalah domestik (di negaranya sendiri) yang menyita banyak dana dan sumber daya, seperti: pengangguran, kriminalitas, devisa negara yang defisit, obat-obat terlarang, dan sebagainya. Dengan demikian, masalah domestik itu pasti dinilai akan Iebih penting ketimbang kepentingan globalnya.

Sejumlah masalah internasional di bidang politik yang sampai sekarang masih terus diupayakan penyelesaiannya di era pasca Perang Dingin, antara lain berikut ini.
a. Hegemoni (pengaruh kekuatan) Amerika terhadap negara-negara teluk (Arab Saudi dan Kuwait) yang mengakibatkan tidak bisa dicapai stabilitas politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah.
b. Adanya sejumlah negara yang mempunyai reaktor atau senjata nuklir yang, sampai sekarang belum mau menandatangani ratifikasi nonproliferasi nuklir yang disponsori oleh PBB, seperti Israel, Korea Utara, dan Pakistan. Hal itu tidak saja membuat negara-negara tetangganya merasa terancam, tetapi masyarakat internasional juga sangat mengkhawatirkan efektivitas pemanfaatannya.
c. Runtuhnya Uni Soviet sebagai pengimbang kekuatan adidaya Amerika, sempat menimbulkan spekulasi tumbuhnya kekuatan baru yang perlu diperhitungkan untuk kawasan Asia-Pasifik, seperti: Jepang, Rusia, Cina, atau India.
d. Krisis pengungsi Kuba dan provokasi Amerika Serikat yang mengintimidasi rezim Fidel Castro melalui embargo Dewan Keamanan PBB. Sampai sekarang masalahnya terus berlarut-larut.
e. Perebutan kekuasaan di Afghanistan sepeninggal Uni Soviet sampai sekarang masih terus berkecamuk. Demikian juga masalah separatis Chechnya yang ingin melepaskan diri menjadi negara merdeka dari kungkungan Rusia, sampai saat ini belum terselesaikan.
f. Penyelesaian koiitlik politik dan keamanan di kawasan Balkan yang sangat rumit dan berlarut-larut.
Berbagai masalah politik yang muncul ke permukaan setelah berakhirnya Perang dianggap lebih kompleks dan multipolar.

Bidang Ekonomi
Akhir-akhir ini, masalah-masalah ekonomi menjadi jauh lebih penting peranannya, baik dalam hubungan regional maupun internasional. Meskipun masalah politik geo-strategis masih tetap dianggap penting, seperti perkembangan era pasca Perang Dingin, negara-negara bekas Uni Soviet dan Blok Timur serta Perang Teluk.
Masalah utama dalam sistem ekonomi regional maupun internasional adalah adanya perbedaan kepentingan dan ketidakcocokan antara nagara-negara industri itu sendiri. Sebagai contoh, perkembangan raksasa ekonorni Jepang yang industrinya telah merambah ke hampir seluruh pelosok dunia membuat masalah besar bagi negara-negara industri lain, seperti Amerika, Kanada, Jerman, dan sebagainya.
Para analis ekonomi di Amerika mengatakan bahwa Jepang adalah masyarakat industri yang berbeda dengan negara-negara Barat karena industri Jepang tidak mempedulikan konsumsi rakyatnya, tetapi berusaha menguasai ekonomi dunia dengan cara-cara merkantilis (menguasai perdagangan) dan menitikberatkan dirinya sebagai masyarakat produsen. Oleh karena itu, Amerika dan Eropa harus menghadapi Jepang dengan cara-cara yang berbeda.
Selain menguatnya raksasa ekonomi Jepang yang menjadi momok bagi Amerika dan masyarakat Eropa, berikut ini juga akan dikemukakan beberapa contoh masalah ekonomi yang lain.
a. Sulitnya mengatur hubungan dalam satu sistem ekonomi global antara negara-negara berkembang dan negara-negara maju.
b. Cara-cara memasukkan negara-negara Asia yang maju (Jepang, Taiwan, Korea Selatan) atau yang agresif dalam perdagangan untuk menjadi satu sistem yang lebih teratur.
c. Semakin menguatnya penyatuan ekonomi Eropa yang pasti akan lebih mengutamakan hubungan ekonomi antarmereka sendiri.
d. Kesulitan badan-badan ekonomi internasional, seperti IMF, World Bank, dan GATT dalam menghadapi perkembangan ekonomi, baik di kawasan Asia-Pasifik. Eropa maupun Amerika, meskipun telah ditetapkan adanya Uruguay Round (Putaran Uruguay) yang mencoba mengatur kembali rejim perdagangan internasional dengan memasukkan perdagangan, pertanian dan jasa ke dalamnya.
Nampaklah bahwa masalah-masalah ekonomi internasional sedemikian kompleks dan tidak terlepas dari kepentingan politik di dalamnya.

Bidang Sosial Budaya
Berakhirnya Perang Dingin, yang ditandai dengan usainya konflik konfrontasi Barat dan Timur, banyak menimbulkan masalah yang harus segera dibenahi. Masalah yang paling penting adalah di bidang politik dan ekonomi. Masalah sosial budaya meskipun muncul, tidak menjadi bahan pemikiran internasional yang mendesak untuk ditangani, mengingat masalah sosial budaya sering muncul sebagai akibat dari kebijakan politik atau ekonomi suatu negara.
Beberapa permasalahan sosial-budaya yang dewasa ini menjadi bahan pembicaraan masyarakat internasional, antara lain seperti berikut.
a. Masalah lingkungan yang kompleks dan sampai kini belum jelas cara penanganannya. Misalnya, masalah pemanfaatan hutan, pembuangan limbah industri, pencemaran laut melalui uji coba nuktir, pemburuan ikan-ikan paus dan hiu yang dilindungi, dan sebagainya.
b. Lambatnya bantuan dana dari negara industri maju kepada negara berkembang. Misalnya, arus migrasi dari Afrika, terutama dari Maghribi ke Eropa Timur atau Eropa Barat. Banyak juga migrasi yang berasal dari Asia Selatan ke Eropa, dan dari Amerika Latin ke Amerika Serikat.
c. Terorisme internasional yang melanda hampir seluruh kawasan dunia. Munculnya terorisme merupakan gejala keputusasaan dalam perkembangan politik yang adakalanya dijadikan alat politik dalarn hubungan internasional. Mewabahnya penyakit AIDS (Acquired lmmune Deficiency Syndrome) yang sudah mendunia dan sampai sekarang belum ditemukan obat penangkalnya.

Berbagai masalah internasional di bidang sosial-budaya yang sedemikian kompleks telah menunjukkan kecenderungan terus berkembang. OIeh sebab itu, kita perlu menanganinya sedini mungkin dan mengupayakan semaksimal mungkin jalan keluarnya dengan meningkatkan kerja sama regional maupun intemasional melalui badan-badan PBB, seperti UNESCO, UNICEF, WHO, dan sebagainya.

No comments:

Post a Comment